Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Manfaat Program Keluarga Berencana

Arina Krasnikova
Pengertian Umum Keluarga Berencana.
Pengertian Menurut World Health Organisation (WHO) expert committee 1997: keluarga berencana adalah tindakan yang membantu pasangan suami istri untuk menghindari kehamilan yang tidak diinginkan, mendapatkan kelahiran yang memang sangat diinginkan, mengatur interval diantara kehamilan, mengontrol waktu saat kelahiran dalam hubungan dengan umur suami istri serta menentukan jumlah anak dalam keluarga (Suratun, 2008). Keluarga berencana menurut Undang-Undang no 10 tahun 1992 (tentang perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga sejahtera) adalah upaya peningkatan kepedulian dan peran serta masyarakat melalui pendewasaan usia perkawinan (PUP), pengaturan kelahiran, pembinaan ketahanan keluarga, peningkatan kesejahteraan keluarga kecil, bahagia dan sejahtera (Arum, 2008). Keluarga berencana adalah suatu usaha untuk menjarangkan jumlah dan jarak kehamilan dengan memakai kontrasepsi (Mochtar, 1998).

Konotasi menentukan jumlah anak tidak sama dengan menolak kehadiran anak, akan tetapi lebih menitik beratkan pada perencanaan matang mengenai jumlah anak dan berbagai aspek kebutuhan anak dimasa yang akan datang, terutama pada aspek pemenuhan kebutuhan anak terutama pada aspek kesehatan dan kesejahteraan anak yang terkait erat dengan tingkatan ekonomi orang tuanya.

Tujuan Keluarga Berencana
Secara umum keluarga berencana dapat diartikan sebagai suatu usaha yang mengatur banyaknya kehamilan sedemikian rupa sehingga berdampak positif bagi ibu, bayi, ayah serta keluarganya yang bersangkutan tidak akan menimbulkan kerugian sebagai akibat langsung dari kehamilan tersebut.

Diharapkan dengan adanya perencanaan keluarga yang matang kehamilan merupakan suatu hal yang memang sangat diharapkan sehingga akan terhindar dari perbuatan untuk mengakhiri kehamilan dengan aborsi (Suratun, 2008). 2. Tujuan Keluarga Berencana Gerakan KB dan pelayanan kontrasepsi memiliki tujuan: a. Tujuan demografi yaitu mencegah terjadinya ledakan penduduk dengan menekan laju pertumbuhan penduduk (LLP) dan hal ini tentunya akan diikuti dengan menurunnya angka kelahiran atau TFR (Total Fertility Rate) dari 2,87 menjadi 2,69 per wanita (Hanafi, 2002). Pertambahan penduduk yang tidak terkendalikan akan mengakibatkan kesengsaraan dan menurunkan sumber daya alam serta banyaknya kerusakan yang ditimbulkan dan kesenjangan penyediaan bahan pangan dibandingkan jumlah penduduk. Hal ini diperkuat dengan teori Malthus, yang menyatakan bahwa pertumbuhan manusia cenderung mengikuti deret ukur, sedangkan pertumbuhan bahan pangan mengikuti deret hitung.

Tujuan keluarga berencana menurut sumber lainnya adalah:
  • Membentuk keluarga kecil sesuai dengan kekuatan sosial ekonomi keluarga dengan cara pengaturan kelahiran, agar diperoleh suatu keluarga bahagia dan sejahtera yang dapat memenuhi kebutuhan hidupnya.
  • Memperbaiki kesehatan dan kesejahteraan ibu, anak, keluarga dan bangsa. Mengurangi angka kelahiran, memenuhi permintaan masyarakat akan pelayanan KB yang berkualitas termasuk upaya menurunkan angka kematian ibu, bayi, dan anak serta penanggulangan masalah kesehatan reproduksi. 
  • Mencegah terjadinya pernikahan di usia dini
  • Menekan angka kematian ibu dan bayi akibat hamil di usia yang terlalu muda atau terlalu tua, atau akibat penyakit sistem reproduksi.
  • Menekan jumlah penduduk serta menyeimbangkan jumlah kebutuhan dengan jumlah penduduk di Indonesia.
Sasaran Program KB.
a. Sasaran Langsung.
  • Pasangan usia subur, yaitu pasangan yang perempuan berusia 15 – 49 tahun, karena kelompok ini merupakan pasangan yang aktif  melakukan hubungan seksual dan dalam setiap kegiatan seksual dapat mengakibatkan kehamilan. Atau pasangan suami istri, dan istri berusia kurang dari 15 tahun dan sudah haid, atau istri berusia lebih dari 50 tahun tetapi masih haid (BKKBN, 2011). 
b. Sasaran tidak langsung.
  • 1) Kelompok usia 15 – 19 tahun, remaja ini bukan merupakan target untuk menggunakan alat kontrasepsi secara langsung, tetapi merupakan kelompok yang beresiko untuk melakukan hubungan seksual akibat telah berfungsinya alat – alat reproduksi. Sehingga program KB disini lebih berupaya untuk mencegah terjadinya kehamilan yang tidak diinginkan atau aborsi.
  • 2) Organisasi atau lembaga kemasyarakatan, instansi pemerintah maupun swasta, tokoh masyarakat, yang diharapkan dukungannya dalam pelembagaan NKKBS.
  • 3) Sasaran wilayah dengan laju pertumbuhan penduduk yang tinggi.
Dalam penerapannya, BKKBN selaku badan pengelola program keluarga berencana mendorong masyarakat untuk memakai alat kontrasepsi guna mencegah atau menunda kehamilan hingga saat yang tepat. Beberapa jenis alat kontrasepsi yang bisa digunakan meliputi kondom, pil KB, suntik KB, implan, IUD, vasektomi, dan tubektomi.

Lantas apa saja manfaat penting dengan mengikuti program Keluarga Berencana? Mengutip dari alodokter.com (https://alodokter.com/kenali-tujuan-dan-manfaat-program-keluarga-berencana ), berikut ini adalah beberapa manfaat program keluarga berencana yang penting untuk diketahui dan diterapkan pada setiap keluarga:

Manfaat Program Keluarga Berencana

1. Menjaga kesehatan ibu dan bayi
Program kehamilan yang direncanakan dengan matang akan memberikan dampak baik bagi kesehatan ibu dan bayi. Selain itu, program KB juga memberikan pengarahan mengenai langkah-langkah untuk menjaga kesehatan ibu dan bayinya, baik sebelum maupun setelah melahirkan.

2. Mendorong kecukupan ASI dan pola asuh yang baik bagi anak
Dengan program KB, suami istri dapat merencanakan waktu kehamilan dengan tepat. Hal ini erat kaitannya dengan kecukupan ASI dan pola asuh anak. Idealnya, jarak anak pertama dan kedua antara 3–5 tahun.

Dengan jarak waktu ini, anak pertama bisa mendapatkan manfaat ASI dengan maksimal, yaitu dari ASI eksklusif dan ASI hingga 2 tahun. Tidak hanya itu, anak juga jadi bisa mendapatkan perhatian penuh dari orang tuanya selama masa perkembangannya. Kedua hal ini tentu akan sangat berdampak positif untuknya.

3. Mencegah kehamilan yang tidak direncanakan
Suami dan istri yang tidak menjalankan program KB berisiko mengalami kehamilan yang tidak direncanakan. Misalnya, perempuan di atas 35 tahun dan belum menopause yang melakukan hubungan intim tanpa alat kontrasepsi bisa saja hamil. Namun kehamilan ini berisiko tinggi dan bisa berdampak fatal pada ibu dan bayi.

Begitu juga dengan kehamilan yang terlalu dini setelah melahirkan. Misalnya, seorang wanita bisa saja melahirkan ketika anak pertama masih berusia di bawah 1 tahun. Pada kondisi ini, ibu tidak mendapatkan pemulihan yang utuh setelah melahirkan anak sebelumnya. Hal ini bisa berdampak pada kesehatan fisik maupun mental ibu.

4. Mencegah penyakit menular seksual
Meski dilakukan antar suami istri, hubungan seksual tidak terlepas dari risiko terjadinya penyakit menular seksual, seperti sifilis, gonore, hingga HIV/AIDS. Namun, hal ini bisa dicegah dengan penggunaan alat kontrasepsi, seperti kondom.

5. Menurunkan angka kematian ibu dan bayi
Manfaat program keluarga berencana lainnya adalah untuk menurunkan risiko kematian ibu dan bayi. Kasus ini masih sering dijumpai di masyarakat, terutama pada kehamilan yang berisiko tinggi mengalami komplikasi, seperti pada wanita berusia lebih 35 tahun, wanita yang memiliki penyakit kronis tertentu, dan wanita yang baru saja melahirkan.

6. Membentuk keluarga yang berkualitas
Semua yang direncanakan dengan baik juga bisa berbuah baik. Dalam hal ini, merencanakan kehamilan dan jumlah anak bukan cuma masalah waktu, tapi juga soal eknomi, pendidikan anak, dan pola asuh.

Jika semua itu direncanakan dengan baik, peluang menciptakan keluarga berkualitas pun akan semakin besar.

Dari tujuan dan manfaat program keluarga berencana di atas, Anda bisa melihat bahwa program KB tidak ada kaitannya dengan menolak kehadiran anak. Program KB justru dibuat untuk menyehatkan dan menyejahterakan keluarga Indonesia. Oleh karena itu, sudah selayaknya kita ikut menyukseskan program keluarga berencana.

Untuk bisa merasakan manfaat program keluarga berencana, Anda bisa berkonsultasi kepada dokter umum di puskesmas setempat mengenai program ini. Dokter akan menjelaskan beberapa pilihan alat kontrasepsi dan juga menyarankan salah satu yang paling cocok dan efektif sesuai kondisi Anda.