Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

SOSIALISASI DAN IMPLEMENTASI PROGRAM KAMPUNG KB

AKMedia Photo
Pembangunan keluarga sejahtera maknanya identik dengan pengentasan kemiskinan, karena tujuannya sama meningkatkan derajat kesejahteraan individu, keluarga dan masyarakat. Secara sederhana keluarga itu akan sejahtera, apabila : Bebannya tidak berat, ekonominya kuat, dan ketahanannya mantap.

Program pembangunan keluarga yang terakumulasi dalam Program Kampung KB searah dengan Program Bangga Kencana (KKBPK) dengan empat pokok sasaran yaitu :
  1. Pendewasaan usia perkawinan, 
  2. Pengaturan kelahiran, 
  3. Pemantapan ketahanan keluarga dan 
  4. Pemberdayaan ekonomi keluarga 
Serta ditambah dengan pengendalian, pemantauan, pengamatan serta pembinaan penduduk merupakan bagian dari pengentasan kemiskinan.

Agar keluarga tidak mempunyai beban yang berat diawali dengan membentuk keluarga kecil yang kemudian diukur dengan rata-rata punya anak (Total Fertility Rate). Pembentukan keluarga kecil sangat dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu perkawinan dan pengaturan kelahiran. Perkawinan yang menunjang pembentukan keluarga kecil ditentukan oleh usia dan pola perkawinan sedangkan pengaturan kelahiran melalui pemakaian kontrasepsi ditentukan oleh 3 hal yaitu tingkat kesertaan, tingkat kelangsungan KB dan efektivitas kontrasepsi dalam ber- KB.

Kestabilan dan peningkatan ekonomi keluarga tidak selalu harus berpenghasilan tinggi, akan tetapi lebih cenderung pada keseimbangan antara pengeluaran yang tidak melebihi pendapatan, menggali sumber ekonomi baik individual, keluarga maupun dalam lingkungan kelompok masyarakat sehingga tercapai rendahnya beban ketergantungan atau dalam istilah demografi disebut dependency ratio. Kegiatan pemberdayaan ekonomi keluarga dalam program Bangga Kencana adalah memantapkan jiwa wirausaha, permodalan, produksi dan pengemasan, pemasaran, kemitraan, dan kemandirian yang dikemas dalam kelompok UPPKS (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera) adalah bagian dari pengentasan kemiskinan keluarga.

Ketahanan keluarga harus diawali dengan kualitas masing-masing anggota keluarga terdiri dari bapak, ibu, anak dan anggota keluarga lainnya yang mempunyai akhlak, nilai-nilai moral yang baik dan tentunya harus dilandasi dengan pendidikan dan pemahaman agama yang kuat untuk diimplementasikan dalam keluarga dan masyarakat, hal tersebut sebagai landasan keluarga menjadi keluarga yang baik, harmonis, tidak mudah tercerai-berai sehingga terwujudnya ketahanan keluarga yang tangguh.

Ketiga unsur diatas baik perkawinan dan pengaturan kelahiran, ekonomi keluarga dan ketahanan keluarga bisa tercapai apabila keluarga melaksanakan fungsi-fungsinya dengan baik. Paling sedikit ada 8 fungsi keluarga yaitu : Fungsi agama, fungsi sosialisasi/pendidikan, fungsi reproduksi, fungsi ekonomi, fungsi perlindungan, fungsi kasih sayang, fungsi sosial budaya maupun pembinaan lingkungan.

Pelaksanaan delapan fungsi keluarga tidak bisa hanya dilaksanakan masing-masing keluarga, akan tetapi ada keterkaitan antara satu keluarga dengan keluarga yang lain yang terhimpun dalam kesatuan di lingkungan terdekat. Itulah makna pembentukan Kampung KB masa kini dan masa yang akan datang.

Seperti telah ditulis dalam artikel sebelumnya bahwa, Sosialiasi dan Implementasi Program Kampung KB perlu dilaksanakan secara paripurna dan berkesinambungan. Ini perlu dilakukan untuk memastikan keberhasilan Program Kampung KB.