PROGRAM BANGGA KENCANA
Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana atau disingkat Bangga Kencana, merupakan salah satu program dari BKKBN, yang berfokus untuk mewujudkan keluarga yang berkualitas di Indonesia. Penggunaan kata Pembangunan Keluarga maknanya identik dengan meningkatkan kemampuan dan kualitas hidup suatu keluaga dalam mengatur arah kehidupannya menuju tingkatan yang lebih baik. Dan untuk itu diperlukan adanya suatu kontrol data (diwakili oleh istilah Kependudukan) dan sistem perencanaan yang terarah dan konsisten (diwakili oleh istilah Keluarga Berencana).
Seperti telah ditulis pada artikel sebelumnya, Program Bangga Kencana merupakan istilah pengganti untuk program KKBPK (Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga). Inisiasi perubahan bertujuan untuk mempermudah pengucapan dan mudah diingat, sementara secara essensi baik Bangga Kencana maupun KKBPK sama saja, dapat duraikan kedalam delapan point berikut ini:
- Pembangunan keluarga sejahtera maknanya identik dengan pengentasan kemiskinan, karena tujuannya sama meningkatkan derajat kesejahteraan individu, keluarga dan masyarakat.
- Secara sederhana keluarga itu akan sejahtera, apabila : Bebannya tidak berat, ekonominya kuat, dan ketahannya mantap.
- Program pembangunan keluarga yang terakumulasi dalam KKBPK dengan empat pokok garapan yaitu Pendewasaan usia perkawinan, pengaturan kelahiran, pemantapan ketahanan keluarga dan pemberdayaan ekonomi keluarga serta ditambah dengan pengendalian, pemantauan, pengamatan serta pembinaan penduduk merupakan bagian dari pengentasan kemiskinan.
- Agar keluarga tidak mempunyai beban yang berat diawali dengan membentuk keluarga kecil yang kemudian diukur dengan rata-rata punya anak (Total Fertility Rate).
- Pembentukan keluarga kecil sangat dipengaruhi oleh 2 faktor yaitu perkawinan dan pengaturan kelahiran. Perkawinan yang menunjang pembentukan keluarga kecil ditentukan oleh usia dan pola perkawinan sedangkan pengaturan kelahiran melalui pemakaian kontrasepsi ditentukan oleh 3 hal yaitu tingkat kesertaan, tingkat kelangsungan dan efektifitas kontrasepsi dalam ber-KB.
- Kesetabilan dan peningkatan ekonomi keluarga tidak selalu harus berpenghasilan tinggi, akan tetapi lebih cenderung pada keseimbangan antara pengeluaran tidak melebihi pendapatan, menggali sumber ekonomi baik individual, keluarga maupun dalam lingkungan kelompok masyarakat sehingga tercapai rendahnya beban ketergantungan (depedency ratio).
- Ketahanan keluarga harus diawali dengan kualitas masing-masing anggota keluarga yang mempunyai akhlak, nilai-nilai moral yang baik dan tentunya harus dilandasi dengan pendidikan dan pemahaman agama yang kuat untuk diimplementasikan dalam keluarga dan masyarakat.
- Perkawinan dan pengaturan kelahiran, ekonomi keluarga dan ketahanan keluarga bisa tercapai apabila keluarga melaksanakan fungsi-fungsinya dengan baik. yaitu : fungsi agama, fungsi sosialisasi/pendidikan, fungsi reproduksi, fungsi ekonomi, fungsi perlindungan, fungsi kasih sayang, fungsi sosial budaya dan fungsi pembinaan lingkungan.