Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

KELUARGA BERENCANA YG TERENCANA

Program Keluarga Berencana, atau secara umum sering disingkat KB merupakan program skala nasional untuk menekan angka kelahiran dan mengendalikan pertambahan penduduk di Indonesia. Seperti telah ditulis pada artikel pertama bahwa: Salah satu masalah kependudukan yang dihadapi oleh Indonesia adalah jumlah kepadatan penduduk yang sangat besar. Kondisi ini menjadi salah satu penyebab munculnya permasalahan-permasalahan sosial di Indonesia. Sebagai bentuk penanganan dan langkah antisipasi akan hal itu, Pemerintah Indonesia sudah sejak lama mencanangkan program Keluarga Berencana (KB), yaitu berupa pembatasan jumlah anak untuk setiap keuarga, dengan disertai berbagai pilihan layanan medis bagi masyarakt peserta Keluarga Berencana.

PENGERTIAN KELUARGA BERENCANA
Tujuan dari pelaksanaan Program Keluarga Berencana adalah untuk menanamkan konsep NKKBS (Norma Keluarga Kecil Bahagia dan Sejahtera) pada keluarga-keluarga di seluruh pelosok Indonesia. NKKBS adalah salah satu slogan pemerintah yang bertujuan untuk menekan laju pertumbuhan penduduk agar lebih seimbang.

Program ini sangat didukung oleh pemerintah dengan banyaknya kampanye mengenai penggunaan alat kontrasepsi guna menahan laju pertumbuhan penduduk. Sejak dini, murid-murid di sekolah pada masa lalu (era tahun 90-an) sudah diajari pengertian keluarga berencana. Bahkan pada Tahun 1979 secara khusus Pemerintah Indonesia menyematkan logo Keluarga Berencana pada pecahan uang logam Rp. 5 rupiah.

Slogan program keluarga berencana di Indonesia adalah “Ayo ikut KB! 2 anak cukup!”. Slogan tersebut banyak digunakan pada kampanye-kampanye guna menekankan kepentingan KB kepada masyarakat Indonesia.

Program KB sendiri telah ada sejak tahun 1970-an dan telah diresmikan sebagai program yang sepenuhnya didukung oleh pemerintah. Sejak digalakkannya program KB, pemerintah banyak mensosialisasikan alat kontrasepsi guna mendukung program ini. Alat kontrasepsi yang umum digunakan antara lain :
  • Pil KB
  • Suntik KB
  • Implan
  • Kondom (pria/Wanita)
  • Intrauterine device (IUD)
  • KB Permanen (vasektomi/tubektomi)
*Disamping itu terdapat beberapa alat kontrasepsi seperti Diafragma, NuvaRing, Koyo ortho evra, Spermisida dan Cervical cap.

Dari segi agama, program keluarga berencana bersifat sedikit sensitif dan kontroversial. Setiap agama, baik itu Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha, mempunyai cara pandang sendiri-sendiri akan program KB. Namun demikian, pemerintah Indonesia memberikan keleluasan pada setiap warga Indonesia untuk menentukan pilihan terbaik dalam menentukan jumlah anak yang diinginkan, semua kembali kepada kesadaran dan pertimbangan masing-masing warga negara dalam mempertimbangkan, dalam mengukur kemampun perekonomian dan selanjutnya mengambil sikap dalam tiap perencanaan untuk mencapai tarap hidup keluarga yang sejahtera.